Skip to main content

Harga iPhone 12 Lebih Murah dari iPhone XR?

Setiap tahun, Apple selalu merilis jajaran iPhone terbaru. Untuk tahun 2020 ini, iPhone 12 disebut-sebut siap diperkenalkan dalam beberapa bulan ke depan.

Rumor tentang penerus dari iPhone 11 ini pun banyak beredar di internet. Kali ini, seorang pembocor mengungkap harga iPhone 12.

Melalui akun twitter @Omegaleak, pembocor ini mengatakan bahwa iPhone 12 bakal dibanderol dengan harga termurah 549 dolar AS atau setara dengan Rp 7,8 juta.

Harga tersebut konon merupakan banderol untuk iPhone 12 versi 4G. Apple sendiri memang diprediksi akan merilis iPhone terbaru dalam dua versi yakni 4G dan 5G.

Meski hanya berupa kabar angin, menarik apabila informasi yang dihembuskan oleh @omegaleaks ini akurat.

Sebab, sejauh ini Apple memang belum pernah mematok harga iPhone terbarunya di bawah angka 600 dolar AS.

Sebagai perbandingan, deretan iPhone 11 (2019) dan iPhone XS (2018), misalnya, diluncurkan dengan harga termurah 699 dolar AS dan 999 dolar AS.

Bahkan, iPhone XR yang ketika diluncurkan dicap sebagai “iPhone murah”, dibanderol dengan harga 749 dolar AS.

Lebih lanjut, rumor ini juga tampak melengkapi kabar sebelumnya yang sempat diumbar oleh pembocor iPhone Jon Prosser. Pada akhir April lalu, ia sempat mengumbar harga lima varian iPhone 12 lewat Twitter.

Nah, jika dikombinasikan dengan rumor teranyar dari @omegaleaks, maka Apple diprediksi bakal meluncurkan lima varian iPhone 12 di tahun ini.

Kelima iPhone tersebut mencakup iPhone 12 (4G, 5,4 inci), iPhone 12 (5G, 5,4 inci), iPhone 12 (5G, 6,1 inci), iPhone 12 Pro (5G, 6,1 inci), dan iPhone 12 Pro Max (5G, 6,7 inci).

Adapun banderol seluruh varian iPhone 12 tersebut secara berurutan adalah 549 dolar AS (Rp 7,8 juta), 649 dolar AS (Rp 9,3 juta), 749 dolar AS (Rp 10,7 juta), 999 dolar AS (Rp 14,3 juta), dan 1099 dolar AS (Rp 15,7 juta).

Kendati demikian, penting untuk dicatat kembali bahwa informasi seputar harga iPhone 12 ini masih berupa desas-desus semata.

Dirangkum dari GSM Arena, Senin (29/6/2020), Apple juga belum mengumbar informasi apapun seputar keberadaan iPhone 12, berikut nama resminya.

Terlepas dari itu, Apple sendiri diprediksi bakal meluncurkan deretan iPhone terbaru pada bulan September mendatang, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Apakah benar? Kita nantikan saja.

Lolos TKDN, Xiaomi Redmi 9 Segera Masuk Indonesia?

Xiaomi nampaknya akan segera membawa ponsel terbarunya yakni Redmi 9 ke Indonesia. Sebab, ponsel tersebut diketahui telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, Jumat (26/6/2020) di laman Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri ( P3DN) Kemenperin, sebuah ponsel berkode Xiaomi (MI) M2004J19G telah memenuhi syarat TKDN dengan bobot sebesar 30,60 persen.

Setelah ditelusuri, kode tersebut tak lain mengacu pada Redmi 9 yang baru saja diperkenalkan awal bulan ini. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa Xiaomi berniat memasarkan Redmi 9 di Indonesia dalam waktu dekat.

Bobot TKDN sebesar paling tidak 30 persen adalah salah satu syarat bagi ponsel 4G untuk dapat dipasarkan di Indonesia, selain sertifikasi lolos uji Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Xiaomi sendiri masih belum mengumumkan rencana kehadiran Redmi 9 di Tanah Air. Lini ponsel sebelumnya, Redmi 8, diketahui hadir menjelang akhir 2019 di Indonesia.

Spesifikasi Redmi 9

Dari sisi spesifikasi, Redmi 9 memiliki bentang layar seluas 6,53 inci (2.340 x 1.080 piksel) dengan lapisan kaca anti-gores Corning Gorilla Glass 3. Di bagian atasnya terdapat poni (notch) berbentuk tetesan air yang memuat modul kamera selfie beresolusi 8 MP (f/2.0).

Redmi 9 turut dilengkapi dengan empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 13 MP (f/2.2), kamera ultra wide 8 MP (f/2.2), kamera macro 5 MP (f/2.4), dan kamera depth sensor 2 MP (f/2.4).

Dapur pacu ponsel ini mengandalkan chip Mediatek Helio G80 yang dipadu dengan RAM hingga 4 GB dan storage hingga 64 GB. Baterainya berkapasitas cukup besar, yakni 5.020 mAh dengan dukungan fast charging 18 watt.

Redmi 9 ditopang dengan baterai yang terbilang cukup besar, yakni berkapasitas 5.020 mAh. Baterai tersebut telah mendukung fitur fast charging 18 watt.

Sebagai informasi tambahan, di wilayah Eropa, Redmi 9 dijual seharga 149 euro (Rp 2,4 juta) untuk varian 3 GB/32 GB dan 179 euro (Rp 2,9 juta) untuk varian 4 GB/64 GB.

Melihat Peningkatan Vivo Y50 yang Kini Turun Harga

Vivo terus menghadirkan peningkatan spesifikasi pada smartphone seri Y mereka. Hal ini bertujuan untuk menunjang kebutuhan konsumen di seri tersebut.

Jika menengok ke belakang, peningkatan di ponsel seri Y sudah dilakukan Vivo sejak seri Y71 meluncur pada April 2018. Ponsel ini menjadi seri Y pertama dengan Face Access, RAM 3 GB, penyimpanan 32 GB, dan baterai 3.360 mAh.

Kemudian, seri Y83 menjadi ponsel seri Y pertama Vivo dengan fitur All-New FullView Display, Fingerprint, dan Live Photo. Adapun seri Y91 menjadi ponsel All Screen dan AI Dual Camera pertama Vivo.

Pada seri Y17, Vivo menghadirkan tiga kamera belakang dengan AI, baterai 5.000 mAh, Fast Charging 18 W, serta penyimpanan internal 128 GB. Fitur Reverse Charging dan AI Multi-Mode Camera belakangan hadir di seri Vivo Y19, dengan RAM 6 GB.

Kini melalui seri Y terbaru, yakni Vivo Y50, seabrek peningkatan pun diberikan Vivo. Bisa dibilang, Vivo Y50 merupakan ponsel seri Y paling mumpuni dibanding seri-seri Y sebelumnya.

Hal ini, menurut Vivo, dilakukan demi memberikan price to performance yang terbaik di kelasnya. Bahkan, harga Vivo Y50 pada awal Juni lalu juga turut dipangkas oleh Vivo, dari semula Rp 3,7 juta menjadi Rp 3,5 juta di Indonesia.

“Ragam kebutuhan konsumen yang semakin beragam menjadi semangat kami untuk
menghadirkan peningkatan di Vivo Y50,” ujar Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma  Senin (22/6/2020).

Dari sisi tampilan, misalnya, Vivo Y50 mengusung layar berukuran 6,53 inci dengan desain Ultra O Screen, memungkinkan kamera selfie beresolusi 16 MP (f/2.0) dimuat dalam sebuah lubang punch hole di bagian kiri atas layar.

Sebelumnya, aneka ponsel Y-series dari Vivo (kecuali Y30) biasanya mengusung kamera selfie yang ditampung di dalam poni (notch) bergaya ala tetesan air (waterdrop).

Beralih ke bagian belakang, punggung Vivo Y50 kini memiliki empat kamera belakang (AI Quad Camera) yang disusun dalam sebuah modul persegi bak ponsel premium.

Keempat kamera tersebut masing-masing memiliki resolusi 13 MP (f/2.2, wide), 8 MP (f/2.2, Super Wide-Angle), 2 MP (f/2.4, Super Macro), dan 2 MP (f/2.4, Super Bokeh).

Ada pula software penunjang kamera Super Night Camera yang berfungsi untuk menghasilkan foto malam hari yang ciamik, serta Ultra Stable Video guna meredam guncangan ketika ponsel dipakai untuk merekam video.

Tak hanya desain dan kamera, Vivo Y50 juga dipersenjatai dengan spesifikasi hardware yang juga lebih canggih dibanding para pendahulunya di keluarga Y-series.

Beberapa di antaranya adalah chipset Snapdragon 665 yang menjadi “otak” ponsel tersebut, didukung pula dengan RAM berkapasitas jumbo dan terbesar di seri Y, yakni 8 GB.

Selain itu, Vivo Y50 sudah dibekali media penyimpanan sebesar 128 GB, cukup lega untuk menyimpan file foto, video, dan dokumen kerja.

Smartphone dengan memori RAM dan ROM terbesar di kelasnya ini kami persembahkan untuk konsumen dengan aktivitas yang multitasking,” tutur Edy.

Di samping RAM, angka jumbo juga bisa dilihat dari spesifikasi baterai Vivo Y50 dengan kapasitas 5.000 mAh, turut didukung dengan pengisian cepat 15W (via USB tipe-C) dan fitur reverse charging guna menyulap ponsel menjadi power bank.

Dengan spesifikasi seperti demikian, Vivo Y50 menjadi ponsel yang diklaim Vivo menunjang beragam aktivitas multitasking.

Vivo Y50 turun harga

Vivo juga diketahui telah memangkas harga penjualan ponsel seri Y50 di Indonesia hingga sekitar Rp 200.000.

Semula, harga Vivo Y50 saat meluncur di Indonesia pada April 2020 adalah Rp 3,7 juta. Mulai 4 Juni, harga Vivo Y50 dipangkas sehingga menjadi Rp 3,5 juta, termasuk bundling paket data 36 GB dan streaming YouTube dari Indosat.

Terdapat dua pilihan warna Vivo Y50 yang bisa dipilih pengguna di Indonesia, yakni Irish Blue dan Starry Black.

Konsumen yang ingin membeli ponsel teranyar ini bisa memanfaatkan “Layanan Antar ke Rumah” dari Vivo yang bisa diselisik lebih lanjut di tautan berikut, atau melalui WhatsApp ke nomor 0811-9760-1111.

Melihat Foto Hasil Jepretan Kamera Redmi Note 9 dan Note 9 Pro

Xiaomi merilis dua smartphone jagoannya di segmen menengah, yakni Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro di pasar Indonesia. Harga Redmi Note 9 paling murah adalah Rp 2,5 juta, sementara versi Pro paling murah dijual dengan harga Rp 3,5 juta.

Salah satu sektor yang diunggulkan Redmi Note 9 series adalah kamera. Lantas, dengan harga tersebut, bagaimana hasil jepretan kamera Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro?

Sebelum menjawabnya, tidak ada salahnya untuk mengingat lagi bagaimana spesifikasi kamera keduanya. Bisa dikatakan, secara spesifikasi, Redmi Note 9 series sedikit naik kelas dibanding pendahulunya.

Mulai dari Redmi Note 9, kamera belakang terdiri dari kamera wide yang merangkap menjadi kamera utama dengan resolusi 48 MP (f/1.79) dengan dukungan phase detection autofocus (PDAF).

Kemudian, terdapat kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), kamera makro 2 MP (f/2.4), dan depth sensor 2 MP (f/2.4). Di sisi depan, terdapat kamera tunggal beresolusi 13 MP.

Sementara untuk versi “Pro”, spesifikasinya agak sedikit tinggi. Kamera utamanya beresolusi 64 megapiksel (f/1.89).

Ditemani kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), kamera makro 5 MP (f/2.4), dan kamera depth sensor 2 MP (f/2.4). Untuk slefie, tersemat kamera tunggal 16 MP (f/2.5) di bagian depan.

Secara umum, bisa dibilang kualitas gambar yang dihasilkan kamera Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro cukup baik untuk smartphone kelas menengah. Warna yang ditangkap lebih vibrant atau cerah dan mendekati aslinya.

Meskipun dibantu dengan teknologi AI, namun teknologi ini tidak mengubah warna asli dari obyek. Sehingga, hasil gambar tidak terkesan berlebihan.

Misalnya saja pada saat mengambil foto bunga bougenville ungu berikut. Memang, saat menggunakan mode normal di Redmi Note 9, warnanya agak sedikit pucat.

Perbandingan foto Redmi Note 9 menggunakan mode 48 MP (kanan) dan mode normal dengan zoom 1x (kiri).

Berbeda dengan saat mengaktifkan mode 48 MP, warna ungu dan hijau daun terlihat lebih cerah.

Begitu pula saat mengaktifkan mode 64 MP di Redmi Note 9 Pro, warna yang dihasilkan tetap cerah namun tidak berlebihan.

Perbandingan foto menggunakan mode normal (kiri) dan mode 64 MP di Redmi Note 9 Pro pada siang hari.

Perlu diperhatikan, saat mengaktifkan mode 48 MP atau 64 MP, fitur lain seperti HDR atau AI tidak bisa diaktifkan secara bersamaan. Salah satu yang cukup menarik saat menjajal dua samrtphone ini adalah kecepatan autofokus dan minimnya shutter lag.

Sejauh yang KompasTekno coba, Redmi Note 9 series ini lebih cepat dalam menemukan titik fokus dibanding ketika mencoba Redmi Note 7.

Shutter lag, atau jeda saat menekan tombol shutter ke penangkapan gambar pun tidak lagi ditemui, baik saat siang hari dalam keadaan cukup banyak cahaya atau malam hari atau saat minim cahaya.

Kecuali saat mengaktifkan mode malam, tentu shutter lag tidak bisa dihindarkan. Ketika mengaktifkan mode malam di kedua ponsel, ada jeda beberapa detik untuk pengambilan gambar. Tapi hasilnya tidak begitu mengecewakan.

Perbandingan foto pada malam hari, masih menggunakan Redmi Note 9 Pro. Foto kanan meggunaan mode malam di mana warna lebih terlihat terang, sementara foto kiri menggunakan mode normal.

Hasil terbaik mode malam bisa dilihat saat benar-benar menangkap obyek yang sangat minim cahaya. Untuk mode malam, versi “Pro” lebih unggul dibanding versi reguler.

Detail dan warna obyek lebih jelas di Redmi Note 9 Pro. Sementara di Redmi Note 9, hasil mode malam terlihat sedikit buram.

Fungsional Apple Watch Mendatang Tidak Akan Terlalu Bergantung Pada iPhone Lagi

Apple Watch merupakan smartwatch di mana ia memerlukan iPhone yang dihubungkan untuk dapat bekerja. Misalnya, sampai versi seluler Apple Watch diluncurkan, pengguna perlu memastikan smartwatch mereka dipasangkan dengan iPhone mereka untuk menerima panggilan telepon dan untuk mengakses internet. Sementara itu telah berubah, Apple Watch masih cukup tergantung pada iPhone.

Contoh lain adalah aplikasi, di mana jika Anda ingin mengunduh aplikasi Apple Watch, Anda harus mengunduh aplikasi melalui iPhone Anda. Namun, itu bisa segera berubah karena menurut laporan dari Bloomberg, telah terungkap bahwa dalam pembaruan besar berikutnya untuk watchOS, Apple dapat memberikan Apple Watch kemandirian yang lebih besar, sehingga tidak bergantung lagi pada iPhone.

Ini akan dilakukan dengan memberikan Apple Watch layanan App Store sendiri yang dapat diakses melalui jam tangan itu sendiri. Dengan begitu, jika pengguna ingin mengunduh aplikasi WatchOS, mereka dapat melakukannya meski jauh dari perangkat iPhone. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki versi seluler dari Apple Watch, Anda masih harus menjaga smartwatch dan iPhone berdekatan satu sama lain untuk menerima pemberitahuan, jadi tetap ada hal yang perlu dipertimbangkan.

Namun, jika Anda memiliki versi seluler dari Apple Watch, maka pembaruan watchOS yang akan datang mungkin perlu diperhatikan. Apple diharapkan mengumumkan pembaruan besar untuk Apple Watch berikutnya di WWDC bulan depan. Kita nantikan saja kabar selanjutnya.

Seperti Inilah Interior Mobil Tanpa Awak MIlik Tesla yang Tidak Memiliki Setir

Saat ini, Tesla adalah satu-satunya produsen mobil yang memiliki unit mobil yang dapat Anda beli di mana mobil tersebut ada yang memiliki kemampuan mengemudi sendiri, berkat fitur Autopilot yang terdapat di mobil tersebut. Tampaknya Tesla benar-benar mendorong teknologi karena baru-baru ini, CEO perusahaan Elon Musk telah mengungkapkan rencana mereka untuk meluncurkan mobil tanpa setir atau kemudi dalam 2 tahun ke depan.

Perusahaan juga memamerkan konsep yang merupakan mobil yang tidak memiliki setir. Lalu bagaimana dengan desain interiornya? Anda hanya akan melihat kursi dan layar besar yang dapat digunakan pengguna untuk mengakses fitur-fitur tertentu dari mobil. Menurut Musk, “Saya pikir akan ada periode transisi di mana orang dapat mengambil alih dari robotaxi tetapi begitu regulator merasa nyaman dengan kami yang tidak memiliki setir, kami hanya akan menghapusnya.”

Seperti yang ditunjukkan oleh Electrek, tampaknya beberapa orang percaya bahwa Model 3 sebenarnya dirancang untuk menjadi semacam kendaraan transisi, di mana desain interiornya dibangun di sekitar kemungkinan bahwa suatu hari nanti dapat diluncurkan tanpa setir kemudi. Ini adalah desain yang menggelegar karena setir telah ada selama beberapa dekade, tetapi menurut Musk, “Peluang kemudi diambil alih oleh mesin otomatis adalah 100%. Konsumen akan meminta itu. ”

Tesla benar-benar mendorong agenda self-driving-nya seperti sebelumnya, Musk telah menyatakan bahwa mereka membayangkan masa depan di mana akan ada robotaxis Tesla di jalan. Bagaimana menurut Anda, apakah mobil tanpa setir ini akan dapat berjalan dengan lancar?

Inilah Robot Humanoid Wanita Pertama Yang Diberi Kewarganegaraan Oleh Pemerintah Arab Saudi

Mungkin tidak hanya terjadi di Skynet saja (meskipun hanya sebatas cerita film), dalam dunia nyata, Arab Saudi sebagaimana misalnya, baru-baru ini nyatanya telah membuat pengumuman kontroversial mengenai salah satu warga negaranya yang baru. Berbicara dalam konteks bukan manusia pada umumnya, negara kaya minyak tersebut kabarnya telah memberikan kewarganegaraan kepada robot humanoid bernama Sophia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Future Investment Initiative di Riyadh, dan Sophia sendiri dikembangkan oleh Hanson Robotics.

Sophia berada di atas panggung selama konferensi saat dia diberitakan oleh CNBC Andrew Ross Sorkin kalau dia sekarang adalah warga negara Arab Saudi. Dalam sambutannya yang mendapat tepuk tangan meriah dari para audien yang hadir, Sophia menuturkan kebanggaannya setelah diterima menjadi salah satu warga negara kerajaan Arab Saudi. Dan ini tentunya akan menjadi sejarah robot pertama di dunia yang mendapatkan kewarganegaraan.

Agak ironis memang kalau robot diberi kewarganegaraan oleh Arab Saudi, di mana selama ini wanita kabarnya sering mendapatkan perlakukan yang berbeda dengan kaum pria di negara tersebut. Misalnya saja, baru saja diumumkan bulan lalu kalau kaum wanita di Arab Saudi akan diberi hak untuk berkendara. Namun, kebijakan tersebut tidak akan berlaku sampai Juni 2018. Arab Saudi baru saja membuat perubahan pada sistem perwaliannya, yang mengharuskan wanita pertama-tama menerima izin dari ayah, suami atau saudara laki-laki untuk studi akademis, bepergian, dan untuk perawatan kesehatan tertentu.

Jadi, pemikiran tentang robot wanita yang mendapatkan kewarganegaraan dengan mudah tidak diragukan lagi sangat mengejutkan banyak pihak. Dan bahkan salah seorang wartawan, The Intercept’s Murtaza Hussain, menngkritisi kalau robot Sophia telah mendapatkan kewarganegaraan Saudi sebelum pekerja kafala yang telah tinggal di negara ini seumur hidupnya. Sedangkan lain lagi dengan apa yang diungkapkan oleh wartawan Lebanon-Inggris Kareem Chahayeb, dia menyinggung robot humanoid bernama Sophia mendapat kewarganegaraan Saudi Abrabia sementara jutaan orang tanpa kewarganegaraan sehingga buat apa untuk hidup.

Bagaimanapun juga, ini semua bukanlah pertama kalinya robot humanoid Sophia membuat penampilan dan menimbulkan keterkejutan banyak orang. Sebelumnya Dia pernah juga tampil sebagai bintang tamu di acara The Tonight Show yang dibintangi Jimmy Fallon pada bulan April 2017 yang lalu, di mana dia bermain tebak-tebakan batu-gunting-kertas. Sementara berbeda halnya dengan apa yang terjadi pada ajang SXSW pada tahun 2016 silam, pendiri Hanson Robotics David Hanson dengan sedikit bercanda bertanya pada Sophia saat demonstrasi “Apakah Anda ingin menghancurkan manusia? Tolong katakan ‘Tidak’”. Anehnya, Sophia malah menanggapi dengan “Oke, saya akan menghancurkan manusia”. Hal itu tentunya jauh berbeda dengan misi sejati Sophia yang bekerja di bidang layanan pelanggan dan kesehatan, bukan?

Robot Hanson lebih jauh menjelaskan, Sophia, diklaimnya sebagai mesin jenius yang sedang berkembang. Kemiripan, ekspresivitas, dan cerita luar biasa manusia sebagai robot yang terbangun seiring waktu, kecerdasan dan kisahnya yang meningkat akan memikat dunia dan terhubung dengan orang-orang tanpa mempedulikannya. usia, jenis kelamin, dan budaya.

Teknologi Tangan Bionic Bantu Aktivitas Penyandang Disabilitas

Perusahaan Open Bionics membuat tangan bionik untuk membantu para disabilitas yang tidak memiliki tangan, khusunya bagian pergelangan dan jari-jari.

Tangan bionik ini dapat digerakkan melalui otot-otot tangan layaknya tangan manusia pada umumnya. Tampilannya yang trendi dan nyaman digunakan juga menambah rasa percaya diri penggunanya.

Para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian untuk membantu mereka-mereka yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap atau disabilitas. Para penyandang disabilitas juga sering mendapat bantuan untuk mendapatkan anggota tubuh sesuai kebutuhan mereka, namun itu kurang sempurna karena tidak dapat bergerak seperti anggota tubuh pada umumnya.

Melihat banyaknya keluhan tersebut, perusahaan berbasis di Inggris Open Bionics membuat robot tangan yang dapat bergerak seperti tangan sungguhan. Robot ini dijuluki Hero Arm atau tangan pahlawan.

Megutip dari laman Open Bionics, Hero Arm merupakan tangan bionik cetakan 3D yang dikendalikan oleh otot dan bersertifikat medis pertama kali di dunia. Hero Arm memiliki fungsionalitas multigrip dan estetika yang lebih disukai oleh penggunanya, ditambah dengan bentuk sesuai dengan keinginan.

Direkayasa dan di produksi di Bristol, Inggris, Hero Arm adalah prostesis mioelektrik yang ringan. Produk ini sudah tersedia di beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris dan Prancis.

Produk buatan Open Bionics ini dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak yang tidak memiliki tangan dibawah siku. Artinya tidak seluruh bagian tangan dari pundak, melainkan untuk mengganti penggelangan tangan dan jari-jari.

Setiap Hero Arm dibuat khusus menggunakan teknologi pencetakan dan pemindaian 3D. Prostesis kuat dan soket yang nyaman membuatnya mudah disesuikan dengan penggunanya.

Bocoran Vivo X50 Beredar di Internet

Vivo dikabarkan akan segera meluncurkan smartphone vivo X50 dan X50 Pro.

Sebelumnya Vivo juga telah menampilkan video singkat terkait smartphone Vivo X50 Pro yang dilengkapi stabilisasi kamera layaknya gimbal dengan optik canggih yang bertindak seperti mata manusia.

Diperkirakan smartphone tersebut akan hadir dengan mikro gimbal yang stabil seperti smartphone konsep APEX 2020.

Dikutip dari GSM Arena, ni akan memungkinkan X50 untuk memiliki kemampuan stabilisasi yang lebih baik saat mengambil foto dan video daripada sistem OIS biasa.

Sementara X50 Pro juga akan menampilkan layar AMOLED 6,56 inci FHD+, dengan punch hole di sudut kiri atas layar untuk menempatkan kamera selfie-nya.

Keduanya juga memiliki pengaturan kamera berbeda. Selain itu, Vivo juga merilis video promo, yang memperlihatkan kemampuan kamera X50 Pro. Smartphone tersebut bisa melakukan 60x hybrid zoom.

Seri Vivo X50 dijawalkan akan debut pada 1 Juni 2020. Menjelang kehadirannya, bocoran tentang kedua smartphone diprediksi akan kembali muncul.

Selain akan merilis X50 dan X50 Pro, Vivo juga akan merlis earphone terbarunya bernama TWS Neo.

TWS Neo diketahui akan menjadi varian yang lebih terjangkau dari Earphone TWS vivo tahun lalu.

Dari segi desain, TWS Neo terlihat cukup identik dengan seri pendahulunya dengan pendekatan stem in-ear dan casing berbentuk oval. Earphone ini juga hanya akantersedia dalam varian warna Putih dan Biru Tua. Perusahaan juga telah menampilkan video singkat yang memperlihatkan kualitas suara yang baik dan latensi rendah.

Diketahui TWS Neo dijadwalkan meluncur pada tanggal 1 Juni, bersama smartphone seri Vivo X50.

Samsung Galaxy Note 20 Bakal Dirilis Online

Samsung dikabarkan bakal merilis Galaxy Note 20 secara online. Ini menjadi momen pertama bagi Samsung meluncurkan perangkat andalannya secara daring.

Peluncuran seri Galaxy Note 20 diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang, dikutip dari GSMarena, Sabtu (23/5). Kabarnya, Samsung tak hanya merilis Note 20 dan Note 20+, tetapi juga meluncurkan perangkat Galaxy Fold 2.

Melalui laporan pendapatan Q1 2020 lalu, Samsung juga telah mengklarifikasi bahwa peluncuran seri Note 20 dan Fold 2 akan jatuh pada paruh kedua tahun ini.

Meski begitu, keputusan merilis perangkat andalan secara online tak hanya dilakukan Samsung. Sebelumnya, Huawei juga merilis P40 Pro secara online pada Maret lalu.

Hal ini juga tak terlepas dari batalnya ajang pameran teknologi Mobile World Congress (MWC). Sehingga, banyak brand smartphone yang terpaksa merilis perangkat secara online.

Menariknya, peluncuran secara virtual melalui siaran langsung juga mengisyaratkan stabilnya perusahaan di tengah pandemi Covid-19.

Sayangnya, belum ada detil pasti terkait tanggal peluncuran ponsel Flagship Samsung. Sejauh ini, Samsung juga belum memberikan informasi lebih lanjut.