Skip to main content

Realme Ungkap Strategi Produk Terbarunya di IFA 2020

Realme hari ini mengumumkan akan menghadiri IFA 2020 pada 4 September mendatang dan menggelar “realme Brand Launch Conference 2020” di Berlin. Pada konferensi pers tersebut, Realme akan memperkenalkan strategi dan rencana produk terbaru mereka.

Sky Li, Founder dan CEO realme, menyatakan “Realme berkomitmen untuk membangun produk berkualitas tinggi dengan performa dan desain yang selalu terdepan. Hal itulah yang menjadikan Realme menduduki puncak sebagai vendor smartphone TOP 7 di dunia hanya dalam waktu 18 bulan dan mendapatkan 45 juta pengguna sebelum perayaan 2 tahun realme berdiri. Di IFA 2020, Realme akan mengumumkan rencana brand dan produk terbarunya ke dunia internasional serta terus menghadirkan produk unggulan untuk semua orang.”

Ini adalah debut realme di ajang IFA. ini menunjukkan bahwa Realme telah membuat langkah besar di pasar Eropa. Setelah sukses di India dan Asia Tenggara, Realme akan fokus pada pasar Eropa dan menjadikannya sebagai inti strategi mereka.

Oleh karena itu, Realme menunjuk Madhav Sheth sebagai Vice President of realme, CEO of Realme India and Europe, demi kesuksesannya di Eropa. Terlebih lagi, Realme secara resmi akan melebarkan sayap ke Amerika Latin sejak debutnya di IFA dan menghadirkan lebih banyak produk teknologi terdepan.

Sejak 2020, Realme secara global berusaha mencapai “Global Popularizer of 5G” dengan meluncurkan berbagai produk 5G. Dalam 2-3 tahun kedepan, Realme berencana untuk menghadirkan produk 5G yang mencakup semua segmen harga dan mempopulerkan teknologi 5G yang canggih untuk semua anak muda secara global.

Elon Musk Sebut Implan Chip Seperti Pakai Fitbit di Otak

CEO Tesla Elon Musk meluncurkan versi terbaru dari prototipe perusahaannya NeuraLink, Link VO.9. Chip ini memungkinkan manusia mengontrol perangkat dengan otak mereka.

Cara kerja dari chip ini ialah membantu menyembuhkan orang dengan kondisi seperti kehilangan ingatan, gangguan pendengaran, kelumpuhan, kebutaan, kerusakan otak, depresi dan kecemasan.

Melansir dari Fox8, Musk mencobanya pada Gertrude seekor babi, dengan menanamkan chip di otaknya. Grafik yang ditampilkan di layar menunjukkan gelombang di dalam otak Gertrude menyala ketika otaknya berkomunikasi dengan moncongnya saat makan.

Musk mengatakan, itu adalah seekor babi yang sehat dan bahagia, dan chip tersebut dapat membaca sinyal dari semua anggota tubuh Gertrude. The Link VO.9, perangkat dengan ukuran koin itu akan masuk ke tengkorak dan benar-benar akan menggantikan sepotong tengkorak.

Ada penutup yang berbentuk selotip bukan bagian dari perangkat, tetapi digunakan untuk melindungi kabel halus yang akan terhubung ke otak setelah ditanamkan. “Ini jauh lebih rumit dari ini, tetapi versi yang disederhanakan adalah seperti Fitbit di otak Anda dengan kabel kecil,” kata Musk.

Sekadar informasi, Fitbit merupakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang memproduksi perangkat wearable seperti activity trackers serta smartwatch.

Hal menarik lainnya, Link VO.9 akan dapat terhubung dan berkomunikasi dengan ponsel seseorang. Saat ini perusahaan sedang mengerjakan uji coba manusia, dan menunggu persetujuan yang diperlukan.

Teknologi yang tersedia saat ini mencakup sesuatu yang disebut “Stimulasi Otak Dalam”. Dengan memasukkan implan sejumlah kecil elektroda ke otak Anda, tetapi tidak dapat membaca atau menulis banyak informasi.

NeuraLink didirikan oleh Musk pada tahun 2016 dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan meneliti yang menghubungkan otak manusia dengan teknologi komputer. Musk mengatakan teknologi yang dibuatnya membantu lebih dari 150.000 orang.

Perangkat Baru Huawei Dukung Dual 5G dan WiFi 6+

Huawei, saat ini tengah memperjuangkan kelangsungan hidupnya di pasar smartphone. Larangan terbaru AS memastikan bahwa itu memblokir semua jalan bagi Huawei untuk memperoleh chip. Namun, ini tidak menghentikan Huawei untuk mengembangkan lebih banyak smartphone.

Seperti kabar yang mengungkap bocoran smartphone baru Huawei. Dikatakan ponsel pintar itu membawa dukungan koneksi dual 5G serta WiFi 6+. Ini digaungkan oleh pembocor Weibo populer melalui cuitan di Twitter.

Dia membocorkan, “Saya menemukan ponsel di sebuah lembaga penelitian Huawei. Saya mendengar itu sedang diuji. Saya tidak tahu kapan akan dirilis. Cari titik terang pada gambar ”. Gambar tersebut menunjukkan bahwa ponsel mendukung dual 5G dan WiFi 6+. Namun, belum jelas apakah perangkat tersebut merupakan ponsel seri Huawei Mate 40.

Terlepas dari itu, saat ini, sebagian besar smartphone atau prosesor Android memiliki dukungan jaringan 5G. Namun, dalam status kartu ganda, bisa jadi mendukung 5G dan 4G.

Khusus ponsel dengan Dimensity 1000+ mendukung 5G + 5G dual standby, 5G + 5G smart switching. Namun demikian, agregasi operator ganda 5G juga membutuhkan dukungan pembaruan OTA berikutnya, seperti dilaporkan dari Gizmochina, Senin (31/8).

Meski begitu, belum dapat dipastikan perangkat baru yang dimaksud Huawei, yang terdekat hanya ada perangkat Mate 40 yang tiba dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Tak Jadi Hari Ini, Blokir Ponsel BM lewat IMEI Molor Lagi

Bulan Juni lalu, Plt Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Rodjih mengatakan, mesin blokir ponsel ilegal atau black market (BM) akan mulai optimal hari ini, Senin (24/8/2020).

Rencana itu sepertinya harus molor lagi. Sejumlah kendala masih mengganjal optimalisasi aturan IMEI, salah satunya soal administrasi. Pasalnya, mesin hardware Central Equipment Identity Register (CEIR) masih belum diserahterimakan ke pemerintah.

Mesin ini bertugas untuk memverifikasi data dari mesin Equipment Identity Registration (EIR) yang ada di sisi operator seluler untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal.

CEIR seharusnya berada di Kemenperin, tetapi saat ini mesin tersebut masih berada di tangan ATSI. Hal itu dikatakan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir. Marwan mengatakan, mesin CEIR belum diserahterimakan ke pemerintah.

“Karena CEIR yang beli operator, nanti baru akan kita serahkan ke pemerintah ketika seluruh proyek timeline dari CEIR ini selesai, jadi kami tidak mau menyerahkan di tengah jalan,” jelas Marwan, Jumat (21/8/2020).

Marwan menjelaskan bahwa ATSI masih menunggu berita acara serah terima database berisi TPP Impor dan TPP Produksi yang masih ada di tangan pemerintah.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mengatakan, berita acara tersebut telah ditandatangani Kemenperin dan akan segera dikirim ke Kominfo.

“Tapi, secara teknis sebetulnya sudah bekerja secara efektif, itu kan cuma administratif aja,” jelas Taufiek, Senin (24/8/2020).

Taufiek mengatakan, mesin CEIR nantinya akan dikelola Kemenperin bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Lebih lanjut, Taufiek mengklaim bahwa pemblokiran ponsel BM akan berjalan sesuai jadwal dan sudah mulai efektif hari ini.

Namun, hal berbeda dikatakan oleh ATSI dan APSI. Dihubungi secara terpisah, Marwan mengatakan, pihaknya belum melakukan apa pun terkait pemblokiran ponsel BM.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Syaiful Hayat.

“(Hari ini) belum efektif, saya pikir paling lambat 31 Agustus bisa berjalan,” jelas Syaiful melalui sambungan telepon.

Seperti yang dikatakan Marwan, salah satu kendalanya ada di administrasi. Selebihnya, Syaiful mengatakan, aturan IMEI siap dijalankan.

“Ada beberapa proses yang perlu dilakukan oleh operator seluler dan pengelola CEIR, butuh waktu beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Syaiful berharap agar aturan IMEI tidak lagi molor dan bisa segera berlaku. Seperti diberitakan sebelumnya, aturan IMEI sudah diimplementasikan pada 18 April lalu.

Namun, aturan ini dinilai belum optimal hingga saat ini karena ponsel BM masih dapat terhubung ke jaringan seluler.

Aturan ini berjalan ke depan, artinya ponsel BM yang dibeli dan sudah terkoneksi dengan jaringan operator seluler di Indonesia sebelum tanggal 18 April tetap bisa digunakan.

 

Xiaomi Potong Harga Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro

Merayakan ulang tahun ke-10, Xiaomi Indonesia memberikan potongan harga khusus untuk pembelian ponsel Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro.

Harga ketiga ponsel seri Redmi 8 itu dipangkas sebesar Rp 200.000. Harga khusus ini berlaku mulai tanggal 24 Agustus hingga 31 Agustus 2020.

Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, mengatakan bahwa program ini merupakan rasa terima kasih kepada pengguna setia Xiaomi di Indonesia. Menurut Alvin, Indonesia menjadi salah satu pasar yang penting bagi Xiaomi.

“Inilah cara kami berterima kasih atas dukungan dari pengguna dan mitra setia dengan
menghadirkan beragam kejutan seperti peluncuran produk dan promo menarik,” kata Alvin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2020).

Potongan harga ini bisa didapatkan langsung melalui pembelian di halaman resmi Mi.com dan sejumlah e-commerce rekanan.

Dari pantauan KompasTekno, harga Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro di halaman Mi.com sudah mendapat pemotongan harga.

Berikut perubahan harga Redmi 8, Redmi 8A Pro, Redmi Note 8, dan Redmi Note 8 Pro tanggal 24 hingga 30 Agustus 2020:

Redmi 8 (3 GB/32 GB) Rp 1.749.000 menjadi Rp 1.549.000
– Redmi 8A Pro (2 GB/32 GB Rp 1.599.000 menjadi Rp 1.449.000
– Redmi 8A Pro (3 GB/32 GB) Rp 1.699.000 menjadi Rp 1.549.000
– Redmi Note 8 (3 GB/32 GB) Rp 2.099.000 menjadi Rp 1.949.000
– Redmi Note 8 (4 GB/64 GB) Rp 2.299.000 menjadi Rp 2.099.000
– Redmi Note 8 (6 GB/128 GB) Rp 2.899.000 menjadi Rp 2.649.000
– Redmi Note 8 Pro (6 GB/64 GB) Rp 3.099.000 menjadi Rp 2.899.000
– Redmi Note 8 Pro (6 GB/128 GB) Rp 3.499.000 menjadi Rp 3.299.000

Selain potongan harga untuk Redmi 8 series, Xiaomi juga masih akan memberikan sejumlah promosi dalam beberapa waktu ke depan.

Di antaranya adalah potongan harga senilai Rp 1 juta untuk pembelian Mi 10 dan diskon 15 persen untuk pembelian produk ekosistem lainnya. Namun, promo ini belum diumumkan secara resmi oleh Xiaomi.

Punya Baterai 6.000 mAh, Realme C15 Bisa Jadi “Power Bank”

Realme baru saja meluncurkan ponsel terbarunya, Realme C15 di Indonesia. Fitur andalan ponsel ini adalah baterainya yang berkapasitas 6.000 mAh dan telah mendukung fitur Quick Charge 18 Watt.

Daya yang tersimpan di baterai besar tersebut bisa dibagikan ke perangkat lain karena Realme C15 telah mendukung fungsi reverse charging melalui kabel USB OTG.  Artinya, pengguna dapat memanfaatkan Realme C15 sebagai power bank.

Dalam acara peluncuran yang diadakan secara online, Selasa (28/7/2020), Product Manager Realme Indonesia Felix Christian mengatakan Realme C15 bisa digunakan mengisi baterai berbagai gadget seperti ponsel, smartwatch, hingga earphone TWS.

“Keluaran dayanya (reverse charging) 6,5 watt,” ujar Felix. Realme C15 diklaim dapat mengisi baterai Realme Watch hingga 16 kali, Realme Band hingga 33 kali, dan Buds Air Neo hingga 6 kali.

Fitur reverse charging sendiri sebenarnya sudah lama ada di ponsel Android, baik buatan Realme maupun dari merek lain. Sebelumnya, ponsel C11 yang juga besutan Realme juga memiliki kemampuan serupa, meski kapasitas baterainya lebih kecil di angka 5.000 watt.

Untuk jenis konektornya, Realme C15 masih mengandalkan micro USB. Felix beralasan ini karena pengguna di Indonesia masih banyak mengandalkan port tersebut, dibanding USB tipe C yang lebih modern.

Selain baterai 6.000 mAh, Realme C15 dibekali chip MediaTek Helio G35, layar IPS LCD 6,5 inci dengan resolusi Full HD Plus, dan empat kamera belakang.

Harganya dipatok sebesar Rp 2 juta untuk varian 3 GB/ 64 GB, Rp 2,2 juta untuk varian 4 GB/ 64 GB, dan Rp 2,5 juta untuk varian 4 GB/ 128 GB. Ada dua pilihan warna yang disediakan, yakni Marine Blue dan Seagull Silver.

 

Mirrorless Sony A7S Mark III Meluncur, Bisa Rekam Video 4K 120 FPS

Lama ditunggu, Sony akhirnya memperkenalkan kamera mirrorless terbaru dari seri full-frame A7S, yakni A7S Mark III. Kamera ini merupakan penerus dari model A7S Mark II sebelumnya yang hadir lima tahun lalu.

A7S Mark III menggunakan sensor full-frame EXMOR R CMOS backside-illuminated (BSI), masih dengan resolusi 12 MP seperti dua model terdahulu. Sensor tersebut dipasangkan dengan prosesor gamber Bionz XR.

Lini A7S memang mengutamakan kinerja low-light dan video sehingga resolusi sensornya tidak setinggi seri A7 maupun A7R. Meski demikian, A7S Mark III sanggup merekam video 4K dengan tingkat sensitivitas hingga ISO 409.600.

Kamera ini juga dapat merekam video 4K dengan frame rate 120 FPS dan video HLD HDR 10-bit 4:2:2 di dalam kamera, atau video 16-bit RAW di recorder eskternal via HDMI. Sony turut mengklaim bahwa A7S Mark III memiliki rentang dynamic range hingga lebih dari 15 stop.

Color profile yang didukung mencakup S-Gamut, S-Gamut 3, dan S-Gamut3.Cine. Ada juga dukungan format video XAVC HS dengan codec H.265 yang lebih efisien, sebagaimana dihimpun dari GSM Arena, Rabu (29/7/2020).

Sistem autofokus A7S Mark III mengandalkan 759 titik phase-detect AF yang mencakup 92 persen area frame. Kecepatan burst yang mampu dihasilkan adalah 10 frame per detik, dengan fitur eye AF yang bisa digunakan baik di mode foto maupun video.

Seperti A7S Mark II sebelumnya, sensor A7S Mark III memiliki sistem In-Body Image Stabilizer (IBIS) 5-axis yang disebut mampu menghasilkan kompensasi goyangan hinggga 5.5 stop.

Untuk pertama kalinya di jajaran kamera mirrorless full frame Sony, A7S Mark III mengusung layar sentuh 3 inci dengan engsel fully articulated yang mengayun ke arah samping, dan bisa diputar ke segala arah, termasuk menghadap ke depan.

Electronic Viewfinder memiliki resolusi setinggi 9,44 MP dengan panel OLED.Tak ketinggalan, ada dua card slot yang masing-masing bisa dipasangi kartu memori jenis SDXC/ SDHC UHS-II atau CFexpress tipe A.

A7S Mark III kini menggunakan baterai NP-FZ100 seperti A7 Mark III dan A7R Mark III. Daya tahannya diklaim hingga 60 persen lebih lama dibanding baterai A7S Mark II.

Sony berencana mulai memasarkan A7S Mark III pada bulan September mendatang. Harganya adalah 3.500 dollar AS atau Rp 51,2 juta (body only).

Deretan Smartphone 5G yang Akan Dirilis Tahun Ini

Cakupan jaringan 5G semakin meluas di beberapa negara. Meskipun, sejumlah negara lain masih belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk menggunakan jaringan 5G, termasuk di Indonesia.

Absennya jaringan 5G di sejumlah negara tidak menyurutkan euforia 5G yang ramai tahun ini.
Beberapa vendor smartphone dikabarkan akan saling mengeluarkan ponsel 5G baru mereka tahun ini.

Beberapa di antara vendor tersebut sudah merilis beberapa ponsel 5G sejak tahun lalu. Smartphone 5G apa saja yang akan meramaikan pasar tahun ini? Berikut rangkuman dari Phone Arena, Minggu (12/7/ 2020).

1. iPhone 12

Phone Arena Bocoran wujud iPhone 12

Dibanding pabrikan ponsel besar lain seperti Huawei atau Samsung, Apple termasuk terlambat dalam merilis ponsel 5G. Sudah lama sebenarnya Apple disebut-sebut akan merilis iPhone 5G.

Namun, rumor itu terpatahkan saat peluncuran iPhnoe 11 yang hanya kompatibel dengan jeringan 4G.

Kemungkinan, Apple baru akan memasang 5G di lini iPhone 12 yang diperkirakan akan rilis akhir tahun 2020 ini.

Menurut rumor yang beredar, iPhone 12 series akan memilki empat model. Keempat model itu terdiri dari iPhone 12 dengan layar 5,4 inci, iPhone 12 Max dengan layar 6,1 inci, iPhone 12 Pro dengan layar 6,1 inci, dan iPhone 12 Pro Max dengan layar 6,7 inci.

Semua layar dibekali panel OLED. Khusus untuk varian “Pro” akan memiliki layar ProMotion display dengan refresh rate 120 Hz.

iPhone 12 kabarnya akan diotaki chipset A14 Bionic. Untuk iPhone 12 dan iPhone 12 Max hanya akan dibekali dua kamera di punggung, sementara iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max, memiliki tiga kamera belakang.

Varian Pro diprediksi memiliki kapasitas RAM 6 GB, sementara varian lainnya memilki RAM 4 GB. Sedangkan kapasitas internal paling kecil kabarnya mulai dari 128 GB, bukan 64 GB lagi.

2. Galaxy Note 20 Series

Berbeda dengan Apple, Samsung sudah gencar merilis ponsel 5G mereka sejak tahun lalu. Galaxy Note 20 akan menjadi smartphone flagship 5G Samsung terbaru yang akan dirilis 5 Agustus mendatang.

Kabarnya akan ada tiga model Galaxy Note 20. Galaxy Note 20, Galaxy Note 20 Plus, dan Galaxy Note 20 Ultra.

Namun, rumor soal model terakhir masih simpang siur. Galaxy Note 20 akan dibekali layar 6,4 inci dan Note 20 Plus memiliki bentang layar 6,9 inci.

Keduanya akan dibekali RAM 12 GB dan internal 128 GB. Di sektor kamera, dua varian tersebut akan mengusung kamera utama 108 MP untuk kamera belakang.

Untuk kamera depannya beresolusi 40 MP dan layarnya beresolusi 4K di 60 fps. Galaxy Note 20 series akan diotaki chipset Snapdragon 865 untuk sebagian pasar.

3. Galaxy Z Flip 5G

Selain Galaxy Note 20, Samsung diperkirakan akan merilis ponsel lipat Galaxy Z Flip 5G ditanggal yang sama.

Kabarnya, Galaxy Z Flip edisi baru ini tidak jauh berbeda dengan generasi lama. Seperti Gaalxy Note 20, ponsel lipat ini kabarnya akan ditenagai chipset Snapdragon 865.

4. Galaxy Fold 2

Satu lagi ponsel lipat 5G yang disiapkan Samsung, yakni Galaxy Fold 2. Menurut rumor yang beredar, layarnya berbentang 7,6 inci dan ditenagai chipset Snapdragon 865 yang dipadu dengan RAM 12 GB dan internal 256 GB.

Diprediksi, layarnya akan memiliki refresh rate 120 Hz, namun kemungkinan akan ada opsi 60 Hz.

Ponsel lipat ini akan ditunjang dua baterai yang masing-masing berkapasitas 2.090 mAh dan 2.275 mAh. Salah satu pembaruan yang santer dirumorkan adalah adanya S Pen.

5. Pixel 5 5G

Kemungkinan, Pixel 5 akan menjadi smartphone 5G pertama dari Google. Menurut rumor yang beredar, Pixel 5 5G akan memiliki layar 5,8 inci dengan panel OLED.

Bingkai layar tipis dan kamera selfie mungil yang ada di sisi kiri layar. Pixel 5 5G kabarnya akan diotaki Snapdragon 765 atau 768.

Chipset itu dipilih agar tetap bisa menjual ponsel 5G dengan harga murah. Desas-desus yang beredar, Pixel 5 5G akan dibekali RAM 6 GB dan internal 128 GB.

Menurut informasi yang beredar, Pixel 5 5G akan dirilis sekitar Oktober atau November 2020. Ponsel ini juga akan menjalankan sistem operasi Android 11.

6. OnePlus Nord 5G

Banyak rumor yang beredar soal OnePlus Nord 5G. Namun, satu yang sudah dipastikan adalah chipset yang akan tertanam di jantung perangkat. Ponsel ini akan dibekali dengan chipset yang sudah mendukung jaringan 5G.

Sektor lain seperti kamera, memang masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa kamera utamaya akan beresolusi 48 MP atau 64 MP. Ponsel ini kemungkinan akan dirlis di pasar Eropa dan India.

7. LG

LG dikabarkan akan merilis sejumlah smartphone 5G murah pada paruh kedua 2020. Ada dua nama smartphone yang digadang-gadang akan diluncurkan, yakni Q9 2020 5G dan Q92 5G.

Ponsel tersebut kabarnya akan rilis pertama kali di Korea Selatan. Belum banyak rumor spesifikasi soal kedua ponsel tersebut. Namun kabarnya, memori internal yang tersedia sebesar 128 GB.

8. Huawei Mate 40 5G

Huawei dikabarkan akan merilis Huawei Mate 40 series pada kuartal IV (Q4) 2020. Belum banyak rumor spesifikasi yang beredar soal Mate 40.

Namun, kemungkinan besar Mate 40 series akan didukung jaringan 5G seperti pendahulunya.
Rumor lain menyebutkan Mate 40 akan ditenagai chipset baru Kirin 1020 yang digadang bakal menjadi chipset terkencang di pasaran.

Selain itu, ponsel ini akan dibekali empat kamera belakang yang salah satunya memiliki resolusi tinggi. Kemudian ada kamera ultra-wide, sensor ToF, dan periskop.

9. Motorola

Motorola juga tidak mau ketinggalan euforia 5G. Kabarnya, Motorola akan merilis ponsel 5G murah untuk pasar AS.

Belum diketahui seri apa yang akan dirilis. Ada yang memprediksi bahwa ponsel 5G murah yang dimaksud adalah Moto G 5G, yang kini sudah dipasarkan di Eropa.

Ponsel tersebut dijual dengan harga kurang dari 500 dollar AS atau sekitar Rp 7,2 juta. Moto G 5G memiliki bentang layar 6,7 inci dan ditenagai chipset Snapdragon 765.

Ponsel ini memiliki empat kamera di belakang dan dua kamera selfie. Baterainya berkapasitas 5.000 mAh.

 

Menjajal Xiaomi Redmi 9, Meluncur di Indonesia 14 Juli

Kesan berat di genggaman terasa saat menggenggam Redmi 9 untuk pertama kali. Ponsel entry-level terbaru dari Xiaomi yang segera masuk Indonesia ini memiliki bobot 198 gram, lebih berat dibanding Redmi 8 dengan bobot 188 gram.

Sementara dimensi Xiaomi Redmi 9 adalah 163,32 x 77,01 x 9,1 mm, lebih bongsor dibanding Redmi 8 yang memiliki dimensi 156,5 x 75,4 x 9,4 mm. Namun dimensi yang lebih besar itu tak jadi soal saat mengoperasikan ponsel.

Secara desain, Redmi 9 membawa penyegaran di lini ponsel low-end Xiaomi. Terlepas dari selera yang subyektif, namun desain Redmi 9 ini memang sedikit berbeda dari Redmi 8. Terutama bagian punggung.

Cangkang pelindung Redmi 9 memiliki dua tekstur yang berbeda. Lingkaran yang mengitari modul kamera, bertekstur halus, sementara bagian luar lingkaran memilki tekstur garis-garis samar.

Bagi yang telapak tangannya sering berkeringat, tekstur ini cukup menolong karena punggung menjadi tidak begitu licin, sehingga nyaman digenggam.

Di punggung Redmi 9 bagian atas terdapat tiga lensa yang berjajar vertikal, dengan panel sensor pemindai sidik jari di urutan terbawah. Di sebelah modul lensa, terdapat satu kamera lain yang ditemani LED flash.

Di sisi kiri, modul kamera terdapat tulisan “AI Quad Camera 13 MP” yang merupakan resolusi kamera utama Redmi 9. Kamera utama itu ditemani kamera ultra-wide 8 MP dan kamera makro 5 MP.

Modul kamera Redmmi 9 yang terdiri dari kamera utama 13 MP, ultra-wide 8 MP dan makro kamera 5 MP yang tersusun vertikal. Satu kamera lain yang terpisah adalah depth sensor 2 MP yang ditemani LED flash. Di bawah tiga lensa kamera terdapat panel pemindai sidik jari.

Satu kamera lain yang letaknya terpisah adalah kamera 2 MP yang berfungsi sebagai depth sensor.  Seperti beberapa seri Redmi sebelumnya, modul kamera di Redmi 9 juga agak menonjol keluar. Namun, kamera depth sensor dan LED flash terlihat rata dengan punggung.

Sementara sisi bawah punggung Redmi 9, seperti biasa nangkring logo Redmi bewarna putih.

Layar Redmi 9 masih menggunakan dot drop display seperti Redmi 8, alias poni mungil untuk rumah kamera depan beresolusi 8 MP. Poni itu tersemat di sisi atas layar berbentang 6,53 inci dengan resolusi full HD Plus.

Sony Siapkan Hadiah Rp 713 Juta untuk Penemu “Bug” di PlayStation 4

Sony menggelar sayembara mencari ” bug” atau celah keamanan pada PlayStation Network dan konsol PlayStation 4 ( PS4).

Tak tanggung-tanggung, Sony menawarkan total hadiah mencapai 50.000 dollar AS atau Rp 713 juta.

Dalam sayembara ” Bug Bounty Program” ini, Sony mengajak para pencinta game, pengamat keamanan sistem, hingga masyarakat dari berbagai kalangan untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.

“Saya senang untuk mengumumkan bahwa hari ini bahwa kami memulai program PlayStation Bug Bounty karena faktor keamanan produk merupakan hal paling utama untuk menciptakan pengalaman yang terbaik bagi komunitas kami,” kata Senior Director Software Engineering Sony Geoff Norton.

Para peserta akan diminta untuk mencari “bug” yang berpotensi muncul dalam sistem dan aksesori konsol PS4.

Peserta juga dipersilakan untuk mencari celah keamanan pada infrastruktur jaringan PlayStation Network dan sejumlah situs PlayStation terkait.

Jumlah hadiah yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari 100 dollar AS (Rp 1,4 juta) hingga 50.000 dollar AS (Rp 713 juta), tergantung tingkat kesulitan serta jenis kerusakan keamanan sistem yang ditemukan.

Jumlah hadiah ini lebih besar dari program serupa yang digelar oleh Microsoft dan Nintendo. Kala itu Nintendo dan Microsoft menawarkan hadiah sebesar Rp 285 juta untuk penemu “bug”.

Nintendo merupakan perusahaan pertama yang meluncurkan program ini pada tahun 2016 lalu dan disusul Microsoft yang meluncurkan sayembara serupa untuk Xbox pada Januari 2020.

Pada kesempatan ini, Sony juga bekerja sama dengan HackerOne, sebuah platform bagi para hacker untuk mendapat pekerjaan bug bounty.

HackerOne juga pernah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan seperti seperti PayPal, Twitter, Snapchat, Shopify, General Motors, Slack, dan Uber.

Dirangkum dari ZDNet, Sabtu (27/6/2020), sebelum dibuka untuk publik, Sony sudah lebih dulu menggelar program ini secara diam-diam sejak tahun lalu dan hanya melibatkan sejumlah peneliti saja.