Skip to main content

Realme Ungkap Strategi Produk Terbarunya di IFA 2020

Realme hari ini mengumumkan akan menghadiri IFA 2020 pada 4 September mendatang dan menggelar “realme Brand Launch Conference 2020” di Berlin. Pada konferensi pers tersebut, Realme akan memperkenalkan strategi dan rencana produk terbaru mereka.

Sky Li, Founder dan CEO realme, menyatakan “Realme berkomitmen untuk membangun produk berkualitas tinggi dengan performa dan desain yang selalu terdepan. Hal itulah yang menjadikan Realme menduduki puncak sebagai vendor smartphone TOP 7 di dunia hanya dalam waktu 18 bulan dan mendapatkan 45 juta pengguna sebelum perayaan 2 tahun realme berdiri. Di IFA 2020, Realme akan mengumumkan rencana brand dan produk terbarunya ke dunia internasional serta terus menghadirkan produk unggulan untuk semua orang.”

Ini adalah debut realme di ajang IFA. ini menunjukkan bahwa Realme telah membuat langkah besar di pasar Eropa. Setelah sukses di India dan Asia Tenggara, Realme akan fokus pada pasar Eropa dan menjadikannya sebagai inti strategi mereka.

Oleh karena itu, Realme menunjuk Madhav Sheth sebagai Vice President of realme, CEO of Realme India and Europe, demi kesuksesannya di Eropa. Terlebih lagi, Realme secara resmi akan melebarkan sayap ke Amerika Latin sejak debutnya di IFA dan menghadirkan lebih banyak produk teknologi terdepan.

Sejak 2020, Realme secara global berusaha mencapai “Global Popularizer of 5G” dengan meluncurkan berbagai produk 5G. Dalam 2-3 tahun kedepan, Realme berencana untuk menghadirkan produk 5G yang mencakup semua segmen harga dan mempopulerkan teknologi 5G yang canggih untuk semua anak muda secara global.

Elon Musk Sebut Implan Chip Seperti Pakai Fitbit di Otak

CEO Tesla Elon Musk meluncurkan versi terbaru dari prototipe perusahaannya NeuraLink, Link VO.9. Chip ini memungkinkan manusia mengontrol perangkat dengan otak mereka.

Cara kerja dari chip ini ialah membantu menyembuhkan orang dengan kondisi seperti kehilangan ingatan, gangguan pendengaran, kelumpuhan, kebutaan, kerusakan otak, depresi dan kecemasan.

Melansir dari Fox8, Musk mencobanya pada Gertrude seekor babi, dengan menanamkan chip di otaknya. Grafik yang ditampilkan di layar menunjukkan gelombang di dalam otak Gertrude menyala ketika otaknya berkomunikasi dengan moncongnya saat makan.

Musk mengatakan, itu adalah seekor babi yang sehat dan bahagia, dan chip tersebut dapat membaca sinyal dari semua anggota tubuh Gertrude. The Link VO.9, perangkat dengan ukuran koin itu akan masuk ke tengkorak dan benar-benar akan menggantikan sepotong tengkorak.

Ada penutup yang berbentuk selotip bukan bagian dari perangkat, tetapi digunakan untuk melindungi kabel halus yang akan terhubung ke otak setelah ditanamkan. “Ini jauh lebih rumit dari ini, tetapi versi yang disederhanakan adalah seperti Fitbit di otak Anda dengan kabel kecil,” kata Musk.

Sekadar informasi, Fitbit merupakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang memproduksi perangkat wearable seperti activity trackers serta smartwatch.

Hal menarik lainnya, Link VO.9 akan dapat terhubung dan berkomunikasi dengan ponsel seseorang. Saat ini perusahaan sedang mengerjakan uji coba manusia, dan menunggu persetujuan yang diperlukan.

Teknologi yang tersedia saat ini mencakup sesuatu yang disebut “Stimulasi Otak Dalam”. Dengan memasukkan implan sejumlah kecil elektroda ke otak Anda, tetapi tidak dapat membaca atau menulis banyak informasi.

NeuraLink didirikan oleh Musk pada tahun 2016 dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan meneliti yang menghubungkan otak manusia dengan teknologi komputer. Musk mengatakan teknologi yang dibuatnya membantu lebih dari 150.000 orang.

Perangkat Baru Huawei Dukung Dual 5G dan WiFi 6+

Huawei, saat ini tengah memperjuangkan kelangsungan hidupnya di pasar smartphone. Larangan terbaru AS memastikan bahwa itu memblokir semua jalan bagi Huawei untuk memperoleh chip. Namun, ini tidak menghentikan Huawei untuk mengembangkan lebih banyak smartphone.

Seperti kabar yang mengungkap bocoran smartphone baru Huawei. Dikatakan ponsel pintar itu membawa dukungan koneksi dual 5G serta WiFi 6+. Ini digaungkan oleh pembocor Weibo populer melalui cuitan di Twitter.

Dia membocorkan, “Saya menemukan ponsel di sebuah lembaga penelitian Huawei. Saya mendengar itu sedang diuji. Saya tidak tahu kapan akan dirilis. Cari titik terang pada gambar ”. Gambar tersebut menunjukkan bahwa ponsel mendukung dual 5G dan WiFi 6+. Namun, belum jelas apakah perangkat tersebut merupakan ponsel seri Huawei Mate 40.

Terlepas dari itu, saat ini, sebagian besar smartphone atau prosesor Android memiliki dukungan jaringan 5G. Namun, dalam status kartu ganda, bisa jadi mendukung 5G dan 4G.

Khusus ponsel dengan Dimensity 1000+ mendukung 5G + 5G dual standby, 5G + 5G smart switching. Namun demikian, agregasi operator ganda 5G juga membutuhkan dukungan pembaruan OTA berikutnya, seperti dilaporkan dari Gizmochina, Senin (31/8).

Meski begitu, belum dapat dipastikan perangkat baru yang dimaksud Huawei, yang terdekat hanya ada perangkat Mate 40 yang tiba dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Tak Jadi Hari Ini, Blokir Ponsel BM lewat IMEI Molor Lagi

Bulan Juni lalu, Plt Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Rodjih mengatakan, mesin blokir ponsel ilegal atau black market (BM) akan mulai optimal hari ini, Senin (24/8/2020).

Rencana itu sepertinya harus molor lagi. Sejumlah kendala masih mengganjal optimalisasi aturan IMEI, salah satunya soal administrasi. Pasalnya, mesin hardware Central Equipment Identity Register (CEIR) masih belum diserahterimakan ke pemerintah.

Mesin ini bertugas untuk memverifikasi data dari mesin Equipment Identity Registration (EIR) yang ada di sisi operator seluler untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal.

CEIR seharusnya berada di Kemenperin, tetapi saat ini mesin tersebut masih berada di tangan ATSI. Hal itu dikatakan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir. Marwan mengatakan, mesin CEIR belum diserahterimakan ke pemerintah.

“Karena CEIR yang beli operator, nanti baru akan kita serahkan ke pemerintah ketika seluruh proyek timeline dari CEIR ini selesai, jadi kami tidak mau menyerahkan di tengah jalan,” jelas Marwan, Jumat (21/8/2020).

Marwan menjelaskan bahwa ATSI masih menunggu berita acara serah terima database berisi TPP Impor dan TPP Produksi yang masih ada di tangan pemerintah.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier mengatakan, berita acara tersebut telah ditandatangani Kemenperin dan akan segera dikirim ke Kominfo.

“Tapi, secara teknis sebetulnya sudah bekerja secara efektif, itu kan cuma administratif aja,” jelas Taufiek, Senin (24/8/2020).

Taufiek mengatakan, mesin CEIR nantinya akan dikelola Kemenperin bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Lebih lanjut, Taufiek mengklaim bahwa pemblokiran ponsel BM akan berjalan sesuai jadwal dan sudah mulai efektif hari ini.

Namun, hal berbeda dikatakan oleh ATSI dan APSI. Dihubungi secara terpisah, Marwan mengatakan, pihaknya belum melakukan apa pun terkait pemblokiran ponsel BM.

Hal senada juga dilontarkan Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Syaiful Hayat.

“(Hari ini) belum efektif, saya pikir paling lambat 31 Agustus bisa berjalan,” jelas Syaiful melalui sambungan telepon.

Seperti yang dikatakan Marwan, salah satu kendalanya ada di administrasi. Selebihnya, Syaiful mengatakan, aturan IMEI siap dijalankan.

“Ada beberapa proses yang perlu dilakukan oleh operator seluler dan pengelola CEIR, butuh waktu beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Syaiful berharap agar aturan IMEI tidak lagi molor dan bisa segera berlaku. Seperti diberitakan sebelumnya, aturan IMEI sudah diimplementasikan pada 18 April lalu.

Namun, aturan ini dinilai belum optimal hingga saat ini karena ponsel BM masih dapat terhubung ke jaringan seluler.

Aturan ini berjalan ke depan, artinya ponsel BM yang dibeli dan sudah terkoneksi dengan jaringan operator seluler di Indonesia sebelum tanggal 18 April tetap bisa digunakan.

 

Xiaomi Potong Harga Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro

Merayakan ulang tahun ke-10, Xiaomi Indonesia memberikan potongan harga khusus untuk pembelian ponsel Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro.

Harga ketiga ponsel seri Redmi 8 itu dipangkas sebesar Rp 200.000. Harga khusus ini berlaku mulai tanggal 24 Agustus hingga 31 Agustus 2020.

Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse, mengatakan bahwa program ini merupakan rasa terima kasih kepada pengguna setia Xiaomi di Indonesia. Menurut Alvin, Indonesia menjadi salah satu pasar yang penting bagi Xiaomi.

“Inilah cara kami berterima kasih atas dukungan dari pengguna dan mitra setia dengan
menghadirkan beragam kejutan seperti peluncuran produk dan promo menarik,” kata Alvin dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2020).

Potongan harga ini bisa didapatkan langsung melalui pembelian di halaman resmi Mi.com dan sejumlah e-commerce rekanan.

Dari pantauan KompasTekno, harga Redmi 8, Redmi Note 8, dan Redmi 8A Pro di halaman Mi.com sudah mendapat pemotongan harga.

Berikut perubahan harga Redmi 8, Redmi 8A Pro, Redmi Note 8, dan Redmi Note 8 Pro tanggal 24 hingga 30 Agustus 2020:

Redmi 8 (3 GB/32 GB) Rp 1.749.000 menjadi Rp 1.549.000
– Redmi 8A Pro (2 GB/32 GB Rp 1.599.000 menjadi Rp 1.449.000
– Redmi 8A Pro (3 GB/32 GB) Rp 1.699.000 menjadi Rp 1.549.000
– Redmi Note 8 (3 GB/32 GB) Rp 2.099.000 menjadi Rp 1.949.000
– Redmi Note 8 (4 GB/64 GB) Rp 2.299.000 menjadi Rp 2.099.000
– Redmi Note 8 (6 GB/128 GB) Rp 2.899.000 menjadi Rp 2.649.000
– Redmi Note 8 Pro (6 GB/64 GB) Rp 3.099.000 menjadi Rp 2.899.000
– Redmi Note 8 Pro (6 GB/128 GB) Rp 3.499.000 menjadi Rp 3.299.000

Selain potongan harga untuk Redmi 8 series, Xiaomi juga masih akan memberikan sejumlah promosi dalam beberapa waktu ke depan.

Di antaranya adalah potongan harga senilai Rp 1 juta untuk pembelian Mi 10 dan diskon 15 persen untuk pembelian produk ekosistem lainnya. Namun, promo ini belum diumumkan secara resmi oleh Xiaomi.